A.
Judul
penelitian : Penerapan metode jigsaw dengan menggunakan
handout untuk meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas X2 SMA
N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran 2011/2012”.
B. Nama peneliti/NPM : SALIM/096512327
C. Pendahuluan
1.1
Latar
belakang
Berdasarkan observasi dan wawancara
yang telah saya lakukan pada tanggal 17 september 2011 dengan guru Rita
spd,kelas X SMA NEGERI 1 Hulu kuantan,diperoleh informasi terdapat gejala yang
menyebabkan kegitan belajar mengajar (KBM) tidak optimal,gejala tersebut adalah
: (a) keterbatasan bahan ajar maupun sumber belajar siswa (b) guru masih menggunakan ceramah dan
diskusi biasa (c) metode guru yang mengajar kurang variasi (d) kurangnya pemanfaatan
media belajar (e) siswa pasif kurang bersemangat dalam menyelesaikan tugas
serta kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
Berdasarkan latar belakang masalah
diatas penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan metode
jigsaw dengan menggunakan handout untuk meningkatkan hasil belajar Biologi
siswa kelas X2 SMA N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran 2011/2012”
1.2
Identifikasi
masalah
Penelitian beberapa masalah pada
kegiatan belajar megajar yang terjadi pada masalah selama ini yaitu : (a)
keterbatasan bahan ajar maupun sumber belajar siswa (b) guru masih menggunakan ceramah dan
diskusi biasa (c) metode guru yang mengajar kurang variasi (d) kurangnya
pemanfaatan media belajar (e) siswa pasif kurang bersemangat dalam
menyelesaikan tugas serta kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat
1.3
Perumusan
masalah
Masalah yang dikaji dalam penelitian
ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah penerapan metode jigsaw dengan
menggunakan handout dapat untuk meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas
X2 SMA N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran 2011/2012”.?
1.4
Pembatasan
masalah
Agar peneliti ini lebih terfokus dan
sistematis,maka peneliti perlu membatasi permasalahannya yaitu
1.
Penelitian ini menggunakan strategi
pembelajaran kooperatif jigsaw media
handout untuk menyampaikan konsep-konsep biologi terhadap aktivitas belajar
siswa
2.
Penelitian ini dilakukan pada mata
pelajaran biologi dengan standar kompetenasi 2.Memahami prinsip-prinsip
penelompokam mahkluk hidup,pada Kompetensi Dasar : 2.1 Mendiskripsikan
cirri-ciri,replikasi,dan peran virus dalam kehidupan 2.4 Mendiskripsikan
cirri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan,percobaan,dan
kajian literatur serta perananya bagi kehidupan .
1.5
Tujuan
penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui besarnya peningkatan aktivitas belajar Biologi siswa kelas X2
SMA N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran 2011/2012 melalui penerapan pembelajaran
kooperatif jigsaw dengan menggunakan handout.
1.6
Defenisi
operasional
Agar tidak terjadi kesalah pahaman
menafsirkan judul penelitian ini,maka perumusan perlu penjelasan
istilah-istilah yaitu:
1.
Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu
pembelajaran dengan penekanan pada aspek social dan menggunakan
kelompok-kelompok kecil yang terdiri 4-6 siswa yang heterogen untuk
menghasilkan pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar
secara individu maupun kelompok
(Slavin,1995)
2.
Pembelajaran kooperatif jigsaw
Jigsaw adalah pembelajaran kooperatif
yang terdiri dari 5-6 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat
kemampuan tinggi,sedang,dan rendah serta jika mungkin anggota kelompok berasal
dari ras,budaya,suku yang berbeda serta kesetaraan jender dan bekerja sama
saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian
materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada
anggota kelompok yang lain (Arends,2004)
3.
Aktivitas belajar
Aktivitas belajar adalah suatu yang
dilakukan siswa dalam belajar,baik itu aktivitas jasmani maupun rohani sehingga
terjadi perubahan tingkah laku (Nasution,1995) Adapun menurut fajaroh dan sigit
(2006) adalah saling membantu ,bekerjasama dalam memanfaatkan
media,mendiskusikan permasalahan, berusaha memahami materi secara
individu,berbagi tugas,mengemukakan pendapat,melakukan Tanya jawab .
4.
Handout
Handout adalah bahan tertulis yang
siapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik atau media
cetakan yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk
pengajaran dan informasi belajar. biasanya diambil dari beberapa literatur yang
memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/kompetensi dasar dan materi
pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
BAB II
2.1 Tinjauan teori
Pembelajaran kooperatif
adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham (membangun
pengetahuan siswa). Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun
pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman
(Sanjaya,2008).Dalam pandangan kontruktivisme pembelajaran harus dikemas
menjadi proses “mengkontruksi” bukan “menerima’ pengetahuan.Dalam proses
pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan
aktif dalam proses belajar mengajar.siswa menjadi pusat kegiatan bukan
guru.Dalam pandangan Kontruktivisme “strategi memperoleh” lebih diutamakan
dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan .Oleh
karena itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan: (1)
menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa (2) member kesempatan siswa
menemukan dan menerapkan idenya sendiri (3) menyadarkan siswa agar menerapkan
strategi mereka sendiri dalam belajar (kunandar,2007)
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi
belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat
kemampuannya berbeda.dalam menyelesaikan tugas kelompoknya,setiap siswa anggota
kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi
pelajaran.Dalam pembelajaran kooperatif,belajar dikatakan belum selesai jika
salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran
(Arends,2004).pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran dengan
penekanan pada aspek social.
2.2
Paradigma
pembelajaran biologi
Sains
merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis,yang mengandung pertanyaan,pencarian,pemahaman,serta
penyempurnaan jawaban tentang suatu gejala dan karakteristik alam sekitar.sain
merupakan suatu kebutuhan yang dicari manusia karena memberikan suatu cara
berfikir sebagai suatu struktur pengetahuan yang utuh.Disamping itu sains
berkaitan dengan cara mencari tahu,dan proses penemuan tentang alam secara
sistematis.sains menggunakan pendekatan empiris melalui pengamatan untuk
mencari penjelasan tentang fenomena alam (Mulyasa,2006).
Menurut
Mulyasa (2006),bekerja secara ilmiah tidak sekedar mengumpulkan
fakta,teori,atau proses mental dan keterampilan.tetapi sains merupakan
cara-cara memahami gejala alam yang terus berkembang,dan merupakan produk dari
keinginan manusia untuk berimajinasi.Hal ini sangatlah menantang dan menarik
terutama bagi manusia Indonesia muda usia untuk berfikir secara
ilmiah.keberadaan manusia dan mahkluk hidup lain di alam sangatlah bergantung
pada prilaku manusia dimuka bumi ini.Hal tersebut perlu dijadikan dasar
pertimbangan dalam mengembangkan kurikulum sains,termasuk biologi.
Elfis (2010), menyebutkan bahwa
dalam kegiatan belajar menyebutkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar ada
beberapa factor yang terlibat seperti (a) pengelolaan kelas, (b) materi
(kermitan dan kesederhanaan serta pengembangan materi) (c) pendekatan dan
metode pembelajaran , (d) sumber dan media pembelajaran serta (e) penilaian
pencapaian hasil belajar siswa sebagai tolak ukur keberhasilan belajar siswa.
|
scl
|
|
INQUIRI
|
|
CTL
|
|
PBM
CBM
|
|
|
|
Media Sumber Belajar
|
2.1 Metodelogi Penelitian
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini
akan dilaksanakan di kelas X2 SMA N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran
2011/2012 bulan oktober-november 2011
2. Subjek Penelitian
Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas
X2 SMA N 1 Hulu Kuantan tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 30
orang siswa yang mempunyai kemampuan heterogen
3. Metode dan Desain Penelitian
3.1 Metode Penelitian
Penelitian
ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas terdiri
dari empat rangkaian kegiatan yang di lakukan dalam siklus berulang.empat
kegiatan utama yang ada pada tiap siklus yaitu (1) Perencanaan, (2) Tindakan,
(3) Pengamatan (4) refleksi (Arikunto, 2009 ).
3.2 Desain Penelitian
Berdasarkan
tinjauan teori dan latar belakang masalah, kerangka pemikiran teori ini dapat
mengimplementasikan penerapan metode jigsaw danmedia handout untuk meningkatkan
hasil belajar IPA siswa digunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang
terlihat pada gambar dibawah ini:
|
Pembelajaran
Biologi
|
|
Penerapan metode jigsaw dengan penggunaan handout terhdaap hasil belajar siswa
|
|
Permasalahan : (a) keterbatasan bahan ajar maupun sumber
belajar siswa (b) guru masih
menggunakan ceramah dan diskusi biasa(c) metode guru yang mengajar kurang
variasi(d) kurangnya pemanfaatan media belajar(e) siswa pasif kurang
bersemangat dalam menyelesaikan tugas serta kurang percaya diri dalam
menyampaikan pendapat
|
|
Alternatif pemecahan
masalah Penerapan
Metode jigsaw dengan Menggunakan handout dapat meningkatkan hasil belajar
biologi siswa kelas x2 SMA N 1 Hulu kuantan Tahun Ajaran 2011/2012
:
|
|
Penerapan
jigsaw
|
|
Refleksi
|
|
Analisis
data
|
|
Pelaksanaan
jigsaw dan observasi
|
|
Terselesaikan
|
|
Masalah
belum terselesaikan
|
|
Alternatif
pemecahan (rencana tindakan II)
|
|
Pelaksanaan
tindakan II
|
|
Refleksi
|
|
Analisis
data
|
|
Observasi
|
|
Terselesaikan
|
|
Masalah
belum terselesaikan
|
|
Siklus
selanjutnya
|
|
Peningkatan
hasil belajar siswa
|
|
Siklus
I
|
|
Siklus II
|